22.2.10

catatan sehari selepas hari kekasih

Saya membaca sebuah entry personal yang kadang-kadang menggelikan hati di blog Pika, (Pika kawan si yan), akhir dari entry itu menyatakan yang dia tidak menyambut valentine day, kerana orang islam tidak menyambutnya.. mungkin kerana dia percaya yang itu adalah budaya orang-orang kristian dan tidak patut dirayakan olehnya yang beragama islam.

Cakap-cakap begini bukan pertama kali saya dengar, saya sudah mendengarkanya lama dulu. Tulisan Pika itu membuat saya ingin mencari tulisan-tulisan lain mengenai hari valentine di google, saya menemukan banyak tulisan-tulisan yang berkait dengan valentine, kebanyakanya sama saja, melarang, mengharamkan dan menghukum.

Antaranya ada yang mengatakan "murtad menyambut valentine day", ada juga tulisan yang mengatakan "menyambut Valentine day adalah sama dengan menyokong kehancuran kerajaan islam di cordova pada zaman itu", gementar anak-anak muda mendengarkanya.. cari la sendiri di google. Tapi saya tertarik pada sebuah tulisan lama dari fathi aris omar mengenai Valentine day, yang satu ini lebih menyegarkan. Disini Fathi ingin meluahkan rasa terkejutnya dengan fatwa PAS waktu itu.

Antara lainya dia berkata dalam tulisanya "PAS hari ini mengeluarkan fatwa baru yang sekali gus mengkuduskan St Valentine, atau Valentine sang Wali, seorang pejuang keadilan dan sekali gus hak asasi berdepan dengan pemerintah yang sangat zalim." tulisan penuh boleh di baca disini.

Valentine adalah simbol kepada kemenangan cinta, perjuangan melawan kezaliman kuasa dan lambang kepada sebuah kebebasan.

-------
Dengar: Resist - Doscography, Tragedy - Nerve Damage, Shikari - Robot wars,
Makan : Mee goreng ayam
Minum : Nescafe panas
Baca : Catatan si malin Kundang - Antologi esei Umar Junus
Lain-lain : facebook.com

0 catatan: